Pantangan Makanan Penderita Diare
Makanan Yang Menyembuhkan Diare

- Makan Makanan Khusus
Hindari makan makanan yang berserat seperti agar-agar, sayur dan buah karena makanan berserat hanya akan memperpanjang masa diare. Makanan berserat hanya baik untuk penderita susah buang air besar. Bagi penderita diare sebaiknya makan makanan rendah serat dah halus seperti bubur nasi atau nasi lemes dengan lauk telur asin. Di sini nasi akan menjadi gula untuk memberikan energi, sedangkan telur asin akan memberikan protein dan garam untuk menahan mencret dan sebagai zat pembangun tubuh. Hindari makan makanan di luar sembarangan serta makanan yang pedas mengandung cabai dan lada.
- HARUS TETAP UTUH
Menurut Karel, prebiotik bisa dijumpai dalam berbagai tanaman seperti pisang, asparagus, bawang putih, bawang bombay, tomat, serealia (gandum dan biji-bijian lain), susu sapi, yoghurt, dan madu. Pendapat senada juga dikemukakan oleh Betty, “Pada tanaman dan hampir semua buah juga ada kandungan prebiotik, cuma jumlahnya tak terlalu besar.”
Namun demikian, bukan berarti kalau kita makan tanaman-tanaman tersebut secara alami akan didapat bahan prebiotik seperti yang diharapkan. Soalnya, tak bisa dijamin kadar konsentrasi dari bahan makanan yang kita makan. “Tebu, misalnya. Bila diperas airnya bisa saja yang didapat encer. Jikapun sudah dalam bentuk gula, maka glukosa dan fruktosa dari bahan ini juga mudah diserap usus, hingga begitu sampai usus besar, bahan prebiotiknya sudah habis,” tutur Betty.
Padahal, bahan prebiotik yang kita makan harus tak bisa diserap ketika melewati usus kecil atau harus tetap utuh, hingga di usus besar dapat digunakan untuk menumbuhkembangkan bakteri baik yang ada di dalamnya. Dengan makin banyak bakteri baik di usus besar, berarti daya tahan tubuh pun jadi lebih baik. Sebab, bakteri ini akan menghasilkan asam laktat hingga menambah tingkat keasaman dalam usus.
Nah, tingkat keasaman yang tinggi ini akan membuat bakteri jahat yang menyebabkan diare, kolera, disentri, dan penyakit perut lainnya, tak tahan dan banyak yang mati. “Walaupun sebenarnya, bila anak dalam keadaan sehat dan makanannya baik, bakteri jahat tak akan berkembang,” tambah Betty.
PROBIOTIK
Jadi, bila bakteri jahat yang dominan dalam usus, maka bisa menyebabkan sakit diare, bahkan sampai pada penyakit pencernaan yang lebih berat semisal kanker.
Bakteri baik, terang Karel, dinamakan juga probiotik. “Awalnya, yang dikembangkan adalah probiotik. Probiotik yang biasa digunakan adalah lactobacilli dan bifidobacteria, karena kedua jenis bakteri ini tahan atau tetap hidup dalam tingkat keasaman di usus, sehingga dia tumbuh dan mengeluarkan bahan-bahan yang mendukung kesehatan.”
Probiotik sejak 30 tahun lalu sudah diproduksi di Indonesia dalam bentuk yoghurt atau susu asam. Susu ini dibuat dengan memasukkan bakteri atau organisme yang berguna, yang dalam waktu tertentu tumbuh dan berkembang, hingga membuat susu jadi asam. Organisme ini akan membantu organisme dalam usus untuk membantu pencernaan sewaktu diare. Di Amerika ada produk-produk khusus fermentasi dari kuman-kuman yang sudah diproses.
Namun, pemberian yoghurt sebaiknya dilakukan bila pencernaan anak sudah mendekati sempurna, yaitu jika hampir setahun. “Lebih amannya, yoghurt dikonsumsi usia balita,” kata Betty. Sebab, walaupun rasa asam di yoghurt tak berbahaya, karena di daerah pencernaan sendiri tingkat keasamannya sangat rendah, namun yang dikhawatirkan justru ketika melalui daerah mulut dan dinding-dinding usus. “Saluran ini lebih sensitif. Akibat rasa asam, dikhawatirkan terjadi iritasi.”
Itulah mengapa, khusus untuk bayi, demi menjaga segala kemungkinan, tentunya bahan yang diberikan diusahakan sealamiah mungkin. “Jadi, bukan bakterinya yang dimasukkan ke tubuh bayi atau anak, tapi justru probiotik atau bakteri yang sudah ada di dalam perutnya itulah yang ditumbuhkan untuk berkembang biak semakin banyak,” lanjut Betty. Nah, bahan untuk menumbuhkembangkannya ini berasal dari makanan yang mengandung prebiotik tadi.
MENYEMBUHKAN DIARE
Selain menumbuhkan probiotik atau bakteri baik dalam usus bayi, terang Karel, produk makanan yang mengandung prebiotik juga berguna untuk membunuh kuman-kuman yang tak perlu, memiliki penangkal atau penetralisir efek samping antibiotik, dan mencegah infeksi. “Jadi, sangat membantu fungsi pencernaan. Bila fungsi pencernaan baik, tentunya proses penyerapan zat gizi pun menjadi baik pula. Secara keseluruhan, daya tahan tubuh jadi baik, hingga bayi akan tumbuh kembang dengan baik pula.”
Itulah mengapa, Karel amat menganjurkan produk makanan dengan prebiotik diberikan pada bayi dan anak, terutama yang pencernaannya terganggu seperti sering diare, mual, muntah, mencret, dan lainnya. Apalagi di Jepang, seperti dipaparkan Betty, bahan prebiotik sudah lama digunakan sebagai komponen untuk membantu penyembuhan diare.
Namun, bukan berarti setelah makan bahan makanan prebiotik, diarenya bisa langsung sembuh, lo. Melainkan butuh waktu 1-2 hari untuk memproses bakteri yang baik, tergantung berat-ringan diarenya. Jika diarenya baru saja dan belum terlalu lama, misal, setengah hari, mungkin bisa lebih cepat setelah diberi prebiotik.Info Pemesanan Klik Disini
SEJAK USIA 4 BULAN
Kendati prebiotik amat dianjurkan buat bayi/anak yang pencernaannya terganggu, tak berarti bayi/anak yang tak bermasalah dengan pencernaannya tak perlu prebiotik. Bukankah prebiotik sangat baik untuk pencernaannya?
Itulah mengapa, Karel menyarankan agar pemberian bahan makanan prebiotik dimulai sejak usia 4 bulan (atau 6 bulan untuk bayi yang mendapat ASI ekslusif), yaitu ketika mulai makan makanan tambahan. “Paling mudah dan efektif, pemberian prebiotik pada bayi adalah di susu. Selain karena bayi relatif masih minum susu, juga lebih rentan.”
Namun pemberian ASI jangan dihentikan, lo. Apalagi dalam ASI juga ada komponen prebiotiknya. Itu sebab, bayi yang diare dianjurkan untuk tetap diberikan ASI. Selain itu, kekurangan cairan dan diarenya juga akan lebih lambat ditahannya. “Setelah ASI tak diberikan, barulah dipilih susu formula yang ada prebiotiknya.”
Dari hasil penelitian terbukti, bayi yang sering diberi makanan mengandung prebiotik, kemungkinan mengalami diare jauh lebih kecil. “Jadi, pemberian prebiotik ini merupakan upaya pencegahan,” tandas KarelInfo pemesanan ace-maxs Klik disini
TAK ADA EFEK SAMPING
Tentang dosis pemberiannya, untuk bayi dan anak disesuaikan BB-nya. “Umumnya untuk dewasa 10 gr per hari. Berarti untuk bayi jauh lebih kecil, sekitar 167 mg per hari,” bilang Betty.
Kendati demikian, meski dikonsumsi secara berlebihan pun tak ada efek sampingnya. “Bukankah prebiotik berasal dari bahan alam dan bukan zat kimia?” Selain itu, bahan prebiotik tak bisa dicerna oleh tubuh. Hingga, bila kelebihan, akan dibuang oleh tubuh. “Jadi, sekaligus juga membantu pelepasan. Dengan demikian, fungsinya hampir sama seperti serat, yang membantu memudahkan BAB.”
Menurut Betty, anak yang kelebihan prebiotik, akan mengeluarkan banyak gas serta tinjanya lunak dan cenderung berair. Itulah mengapa, prebiotik juga sering digunakan untuk menyembuhkan sembelit. “Normalnya, tiap hari kita BAB satu kali. Jika lebih hingga 3 kali dalam sehari pun masih dianggap normal. Namun demikian, diare yang 2-3 kali dalam sehari masih lebih baik daripada sembelit. Kotoran itu, kan, bahan beracun buat usus, jadi tak boleh lama-lama. Paling lama 24 jam, sesudahnya harus dibuang.”Info pemesanan ace-maxs Klik disini
Apa itu Diare?
Jika bayi atau anak anda tiba-tiba mengalami perubahan dalam buang air besar dari biasanya, baik frekuensi / jumlah buang air yang menjadi sering dan keluar dalam konsistensi cair daripada padat, maka itu adalah diare.
Seorang bayi baru lahir umumnya akan buang air besar sampai lebih dari sepuluh kali sehari, dan bayi yang lebih besar akan mempunyai waktu buang air masing-masing, ada yang sehari 2-3 kali sehari atau ada yang hanya 2 kali seminggu saja. Dengan kata lain anda harus mengetahui apa yang NORMAL buat bayi atau anak anda dari kebiasaan buang air besar merekaInfo pemesanan ace-maxs Klik disini
Penyebab diare :
- Virus (penyebab diare tersering – dan umumnya karena Rotavirus) gejala : Berak-berak air (watery), berbusa, TIDAK ada darah lendir, berbau asam.
- GE ( flu perut) terbanyak karena virus.
- Bakteri- Berak2 dengan darah/lendir , sakit perut. —-Memerlukan antibioka sebagai terapi pengobatan.
- Parasite(Giardiasis) – Berak darah+/- dan lendir, sakit perut.——perlu antiparasite
- Anak sedang terapi dengan pemakaian antibiotilka – Bila diare terjadi saat anak sedang dalam pengobatan antibiotika, maka hubungi dokter anda.
- Alergi susu,- diare biasanya timbul beberapa menit atau jam setelah minum susu tersebut , biasanya pada alergi susu sapi dan produk-produk yang terbuat dari susu sapi.
- Infeksi dari bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain ; misalnya infeksi saluran kencing, infeksi telinga, campak dll.
Gejala Diare Akut ( Diare Mendadak) :
Penyebab diare akut ( diare mendadak) tersering adalah karena VIRUS , khas berak-berak air (watery), berbusa, TIDAK ada darah atau lendir, dan berbau asam.
Penularan penyakit diare adalah kontak dengan tinja yang terinfeksi secara langsung, seperti :
-Makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi, baik yang sudah dicemari oleh serangga atau kontaminasi oleh tangan yang kotor.
-Bermain dengan mainan yang terkontaminasi, apalagi pada bayi sering memasukan tangan/ mainan / apapun kedalam mulut. Karena virus ini dapat bertahan dipermukaan udara sampai beberapa hari.
-Pengunaan sumber air yang sudah tercemar dan tidak memasak air dengan benar
-Pencucian dan pemakaian botol susu yang tidak bersih.
-Tidak mencuci tangan dengan bersih setelah selesai buang air besar atau membersihkan tinja anak yang terinfeksi, sehingga mengkontaminasi perabotan dan alat-alat yang dipegang.
Pengobatan Diare
Karena penyebab Diare akut / diare mendadak tersering adalah Virus, maka TIDAK ada pengobatan yang dapat menyembuhkan, karena biasanya akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari. Maka pengobatan diare ini ditujukan untuk mengobati gejala yang ada dan mencegah terjadinya dehidrasi atau kurang cairan.
Diareakut dapat disembuhkan HANYA dengan meneruskan pemberian makanan seperti biasa dan minuman / cairan yang cukup saja.
Yang perlu diingat pengobatan BUKAN memberi obat untuk mengHENTIKAN diare, karena diare sendiri adalah suatu mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan kontaminasi makanan dari usus. Mencoba menghentikan diare dengan obat seperti menyumbat saluran pipa yang akan keluar dan menyebabkan aliran balik dan akan memperburuk saluran tersebut.
Oleh karena proses diare ini adalah mekanisme pertahanan dari tubuh, akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari – ( 14 hari) dimana diare makin berisi – dari air ( watery) mulai berampas, berkurang frekuensi nya dan sembuh.
Yang terpenting pada diare adalah mencegah dan mengatasi gejala dehidrasi.
Yang terpenting diperhatikan pada kasus diare mendadak ini adalah:
- Ingat menHENTIkan diare virus dengan obat bukanlah jalan terbaik. Tetapi jangan menjadi bingung bila diare tetap ada sampai beberapa hari. Karena biasanya berlangsung beberapa hari-14 hari. Dan sembuh. Tergantung dari keadaan kesehatan anak dan banyaknya cairan yang masuk.
- Pengatasan diare adalah dengan memperhatikan adanya tanda-tanda DEHIDRASI
- Penanganan Yang terbaik adalah tetap memberikan makanan dan minum (ASI) seperti BIASA. Bila sudah disertai muntah, untuk pengantian cairan anda dapat memberikan pedialyte ( oralit unutk anak2 dengan beberapa rasa). Kurangi makanan yang mengandung terlalu banyak GULA. Ingat memang tidak mudah memberikan anak cairan yang agak terasa asin ini, bahkan beberapa anak akan menolaknya. Tapi bersabarlah dan tetap berusaha mencari jalan supaya anak dapat meminum cairan ini.
- Dan yang paling terpenting adalah Membuat anak kembali kemakanan padatnya ( dan / atau susu formulanya/ASI) karena ini adalah yang TERBAIK untuk mengobati diarenya. Karena sel2 usus yang dirusak oleh virus memerlukan NUTRISI untuk pembentukan kembali. Penelitian menyatakan bahwa pemberian makanan seperti BIASAnya akan memperpendek masa waktu gejala dari diare ini.Info pemesanan ace-maxs Klik disini
Pencegahan Diare:
-Teruskan Pemberian Air Susu Ibu (ASI)
- perhatikan kebersihan dan gizi yang seimbang untuk pemberian makanan pendamping ASI setelah bayi berusia 4 bulan.
-Karena penularan kontak langsung dari tinja melalui tangan / serangga , maka menjaga kebersihan dengan menjadikan kebiasaan mencuci tangan untuk seluruh anggota keluarga. Cucilah tangan sebelum makan atau menyediakan makanan untuk sikecil.
-Ingat untuk menjaga kebersihan dari makanan atau minuman yang kita makan. Juga kebersihan perabotan makan ataupun alat bermain si kecil.
Hubungi dokter anda, bila:
- Diare disertai Darah —–perlu pengobatan spesifik dengan antibiotika.
- Adanya tanda-tanda DEHIDRASI ( tidak ada air mata ketika menangis, kencing berkurang atau tidak ada kencing dalam 6-8 jam, mulut kering)
- Adanya panas tinggi (.38.5C) yang tidak turun dalam 2 hari.
- Muntah terus menerus – tidak dapat masuk makanan / asi .
- Adanya sakit perut – kolik —-pada bayi akan menangis kuat dan biasanya menekuk kaki, keringatan dan gelisah.
SOLUSI SEHAT ATASI DIARE SECARA ALAMI KLIK DISINI
Incoming search terms:
- pantangan diare (240)
- makanan untuk penderita diare (152)
- makanan untuk diare (98)
- makanan penderita diare (55)
- pantangan makanan diare (50)
- makanan rendah serat (38)
- makanan saat diare (37)
- makanan yang baik untuk diare (37)
- pantangan saat diare (35)
- pantangan bagi penderita diare (32)
- makanan pantangan diare (32)
- makanan yang baik untuk penderita diare (30)
- pantangan mencret (28)
- makanan sehat untuk penderita diare (25)
- makanan sehat untuk diare (25)
- pantangan makan diare (24)
- makanan buat diare (23)
- makanan yang cocok untuk penderita diare (22)
- Pantangan penderita diare (20)
- pantangan penyakit diare (20)
- makanan bagi penderita diare (20)
- pantangan untuk diare (18)
- makanan yang tidak boleh dimakan saat diare (17)
- Makanan buat penderita diare (17)
- makanan yang dianjurkan untuk penderita diare (16)

